Ayyubi’s corner

Assalamualaikum,

Aseli kelahiran Kota getuk Magelang, tapi kata ibuku hanya tiga tahun saja aku disana selanjutnya ikut naik gunung bersama keluargaku ke kota dingin Wonosobo.

Kawan,

Dari kecil sampai beranjak remaja kuhabiskan hidupku di Wonosobo. Walaupun aku tinggal di gunung, tempat favorit yang selalu kurindu adalah pantai. Menurutku ada sesuatu yang lain ketika aku berada di pantai, ombaknya, desiran anginnya kurasakan ekstase tersendiri  sampai pada titik yang orang sering katakan “ketenangan”. Oleh karena itu setelah lulus SMA aku melanjutkan kuliah di Ilmu Kelautan. Mimpi-mimpiku tentang laut perlahan menjadi kenyataan saat diriku bergulat melawan kerasnya kehidupan perkuliahan.

Setelah lulus kuliah aku merantau mencari hidup di negeri orang sampai ke pesisir Makassar. Tapi memang dasarnya orang Jawa yang selalu menjunjung tinggi pepatah mangan ora mangan asal kumpul maka hanya bertahan tiga bulan aku merantau ke Makassar dan kembali lagi ke pangkuan ibu pertiwi tanah Jawa tercinta.

Selanjutnya mencoba mengabdikan diri kepada masyarakat, aku mengajar di sebuah sekolah kejar paket B di kaki Gunung Sumbing yang sejuk. Namun itu hanya berjalan sekitar dua bulan setelah ada panggilan kerja dari kantor antah berantah yang berlokasi di tanah Sunda, Jabar. Sebenarnya berat meninggalkan anak muridku di Sumbing, tapi bagaimana lagi memang sudah menjadi pilihanku kerja di kantor antah berantah itu.

Waktu berjalan sampai Allah menakdirkan aku untuk bertemu dengan tulang rusukku yang selama ini dicari. Seorang sholehah menerima pinanganku dan berbulat hati untuk mau bersama-sama mengarungi kehidupan bersamaku. Alhamdulillah setelah sepuluh bulan menikah, Allah memberikan amanah baru kepadaku dengan hadirnya jabang bayi laki-laki lucu, sehat dan menggemaskan (kaya Buapaknya hehe…). Berselang dua tahun tiga bulan Allah memberiku anak kedua perempuan cantik dan imut (rajin juga ya aku hehe…).

Apa yang tertulis di blog ini adalah hasil uneg-unegku melihat sisi lain permasalahan yang selalu muncul dari kehidupan. Terkadang permasalahan perlu dicari sisi lainnya agar kita bisa mengintip “surga” disana. Kemudian syukur menjadi muara akhir setelah kita berhasil melihat “surga” itu.

Semoga apa yang ditulis tidak hanya menjadi manfaat kepada diriku saja namun bisa bermanfaat bagi orang banyak. Amin.

.….Selamat Membaca…..

6 comments on “Ayyubi’s corner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s