Archive for the ‘Untukmu belahan jiwaku’ Category

Kini pertanda – pertanda pun mulai jelas Masih dengan diammu ketika kau bertanya alasan untuk hidup bersama “Atas nama Ilahi aku ingin menggapai surga bersamamu “ Tunggulah…. Di hari itu akan kurengkuh hatimu…. Subang Pantura, di bawah temaram rembulan 17 Sya’ban 1430 H

Cinta tidak dapat dipaksakan tapi cinta dapat dipelajari. Ungkapan yang ku percaya dan sepenuhnya ku sadari. Sungguh misterius takdir Allah. Misterius namun mengandung berjuta keindahan. Terutama ketika cinta mulai bersarang di hati tiap manusia. Diam namun penuh makna. Ada bahasa tanpa kata yang saling berinteraksi di tengah diam ”Kaulah cintaku ku ingin bersamamu. Bersabarlah jika [...]

Sabtu sore setelah ashar, aku membaca catatan-catatan masa laluku yang telah lama tidak sempat kubuka. Rencana-rencana yang terealisasi maupun yang meleset tertulis jelas di deretan tinta hitam yang saling menyambung. Mencoba mengingat kembali romantisme masa lalu ketika berjuang di dunia kampus sampai terakhir diriku bekerja di belantara Malempo, Lombok Timur. Tak sengaja aku menemukan sebuah [...]