Archive for the ‘Introspeksi diri’ Category

Efek buruk dunia maya ternyata tidak hanya terbatas pada perilaku, namun bisa sampai pada perubahan mental seseorang. Saya sampai pada kesimpulan ini setelah melihat komentar-komentar yang tak bertanggung jawab pada puluhan bahkan mungkin ratusan artikel. Sering saya jumpai komentar yang bersifat menjelek-jelekkan pihak lain bahkan ujung-ujungnya bersifat SARA. Padahal komentar yang ditulis sering tidak ada [...]

Jangan Buru-Buru Mengadu Kepada Tuhan

Posted: Tuesday, November 16, 2010 in Introspeksi diri
Tags: , ,

Musibah menimpa negeri ini laksana hujan yang turun di bulan Desember. Bertubi-tubi diawali dari Wasior, diikuti Mentawai kemudian Merapi. Ratusan korban berjatuhan bahkan mungkin ribuan. Ratusan orang kehilangan kerabat dan harta bendanya. Belum jelas kapan mereka akan memulai lagi kehidupan barunya karena setiap saat bencana mengancam. Ini ujian atau azab??? Kita sendiri yang tahu. “Dan [...]

Untukmu Ibu

Posted: Wednesday, May 12, 2010 in Introspeksi diri
Tags: , , ,

Agama ini telah mewajibkan kita untuk berbakti kepada orang tua. Bagaimana tidak, sembilan bulan ibu telah mengandung kita dengan keadaan lemah yang bertambah-tambah (wahnan ’ala wahnin) . Sembilan bulan bukan waktu yang singkat. Semakin tua umur kandungannya, semakin lemahlah keadaannya. Sesekali ia usap perutnya penuh harap semoga lahir seorang anak yang sholeh yang selalu mendoakannya [...]

Orang bijak mengatakan bahwa kehidupan ini laksana roda yang berputar, kadang berada di atas dan sesekali berada di bawah. Ada juga yang mengatakan bahwa kehidupan ini seperti orang  berjalan. Suatu saat dijumpai jalanan yang mulus dan menurun, suatu saat pula dijumpai jalanan yang terjal lagi menanjak. Semua menjelaskan esensi yang sama bahwa kehidupan itu dinamis. [...]

Azzam, Kekuatan Sebuah Doa

Posted: Thursday, April 15, 2010 in Introspeksi diri
Tags: , ,

Sudah menjadi kebiasaan saya yaitu menuliskan rencana-rencana entah satu bulan, satu tahun atau bebererapa tahun kedepan ke dalam sebuah buku agenda. Kebiasaan ini saya mulai saat duduk di semester IV ketika aktif kuliah dan alhamdulillah sampai sekarang kebiasaan itu masih ada walaupun tak seintens dulu. Kapan harus lulus, kapan harus kerja sampai kapan harus menikah [...]